Jenis perjudian di era digitalisasi ini rupanya semakin banyak, seperti dominoqq, dan sebanding dengan jumlah peminatnya yang juga meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi dengan adanya pandemi seperti saat ini, dorongan untuk melakukan tindak perjudian pun akan semakin besar. Faktor ekonomi dan kemudahan akses yang bisa dilakukan melalui ponsel, menjadi pendorong utama seseorang untuk berjudi.

Sama seperti bentuk perjudian pada umumnya, dominoqq adalah permainan berbasis kartu di mana kemenangan pemainnya bergantung pada kartu yang didapatkan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sejumlah masalah. Seseorang yang menjadikan perjudian ini sebagai sumber penghasilan utama karena tergiur dengan iming-iming kekayaan instan, justru akan mudah terseret pada kemiskinan.

Ada banyak alasan lain mengapa lembaga kontrol sosial melarang bentuk perjudian seperti dominoqq, termasuk dalam ajaran Islam. Sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT, berarti mengandung sesuatu yang buruk bagi umat manusia itu sendiri.

Perjudian sudah Dilarang sejak Zaman Jahiliyah

Tahukah Anda, bahwa sebelum ada jenis dominoqq, perjudian sebenarnya sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu, jauh sebelum Islam datang sebagai penanda masa yang lebih terang. Sekitar 3500 sebelum masehi, bangsa Mesir kuno dan Yunani sudah bermain judi dengan melempar astragali (tulang kecil di bawah tumit domba dan anjing) dan bertaruh atas itu. Aktivitas ini tergambar dalam bukti lukisan makam dan gambar keramik.

Setelah Islam datang dan Al-Qur’an diturunkan, perjudian menjadi salah satu perilaku masyarakat Jahiliyah yang diharamkan. Perjudian itu kemudian dibagi menjadi dua bentuk. Yang pertama adalah Al-Mukhatarah, yaitu jenis perjudian di mana dua laki-laki melakukan permainan dan bertaruh atas harta dan istrinya. Siapa yang memenangkan permainan akan mendapatkan harta dan istrinya dan berhak memperlakukannya dengan sekehendak hati.

Yang kedua adalah Al-Tajzi’ah, yakni bentuk perjudian di mana ada 10 orang laki-laki yang bermain kartu dari potongan kayu dan memasang taruhan untuk mendapatkan daging unta. Permainan ini diketahui telah memicu kabilah-kabilah atau berbagai suku untuk saling mengejek, berselisih. Tak jarang ketersinggungan itu bahkan menyebabkan perang antar kabilah.

Sejak munculnya Islam, Al-Qur’an turun dan memberikan pencerahan terhadap permasalahan umat ini. Allah SWT berfirman mengenai perjudian melalui ayat-ayat kitab suci dan menyebutkan beberapa kata maysir” atau “judi” dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah beberapa kutipan ayat dalam Al-Qur’an dan beberapa Hadist Riwayat yang melarang perjudian:

1. QS. Al Maidah: 90

Allah SWT berseru kepada orang-orang beriman melalui ayat ini, bahwa sesungguhnya meminum khamar, berjudi, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan, sehingga muslim diminta untuk menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut. Dijelaskan dalam ayat ini untuk menjauhinya agar mendapat keberuntungan.

2. QS. Al Maidah: 91

QS. Al-Maidah ayat 91 ini merupakan kelanjutan dari ayat 90 yang membahas tentang pelarangan berjudi. Dinyatakan bahwa setan akan selalu bermaksud untuk menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia-manusia yang meminum khamar atau alkohol, serta berjudi.

3. QS. Al Maidah: 2

Kita diperintahkan oleh Allah SWT dalam ayat ini agar kita saling tolong-menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Tolong-menolong yang dimaksud bukanlah dalam perbuatan dosa dan pelanggaran, seperti perjudian.

4. QS. Al-Baqarah ayat 168

Tertulis firman Allah dalam ayat ini kepada umat manusia, untuk selalu memakan yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi. Janganlah kita mengikuti langkah-langkah setan yang bisa membawa kita dalam kesesatan.

5. QS. Al-Mu’minun ayat 51

Melalui ayat ini Allah berfirman kepada kaum mukminin untuk memakan dari yang baik-baik dan kerjakan amal-amal salih. 

6. HR. Muslim 1015 

Dalam hadits ini dijelaskan ketika Rasulullah bertemu dengan seseorang yang berdoa, yang padahal makanan, minuman, dan pakaian orang itu berasal dari sesuatu yang haram. Seseorang yang dikenyangkan dari yang haram doanya tak akan terkabul.

7. HR. Tirmidzi 614

Hadits ini menjelaskan bahwa sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka. Ini adalah hukuman yang paling absolut bagi siapapun yang terlibat dalam sesuatu yang mengandung unsur perjudian, termasuk judi modern seperti dominoqq.

Perjudian, Dulu dan Kini

Dari penjelasan di atas, dapat terlihat jelas bagaimana kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh perjudian. Nah, di era modern ini, perjudian pun masih terus ada, namun dengan bentuk-bentuk yang berbeda. Seperti poker, blackjack, rolet, mesin slot, dominoqq, dan lain-lain. Bedanya, saat ini siapapun bisa mengakses perjudian melalui ponsel.

Namun ditinjau dari pengertiannya sendiri, baik judi yang terjadi di zaman Jahiliyah maupun saat ini, keduanya sama-sama mendatangkan mudharat. Apakah umat manusia sekarang mau disamakan dengan orang-orang zaman Jahiliyah yang bar-bar? Yang saling bermusuhan dan melecehkan perempuan serta hartanya demi berjudi? Yang makan, minum, dan berpakaian dari uang dan harta haram? 

Di sinilah peran Islam sebagai petunjuk bagi umat manusia agar menemukan jalan yang benar. Perjudian seperti dominoqq  ini dilarang oleh Allah SWT dan melenceng dari ajaran Rasulullah adalah karena perjudian ini dapat menyebabkan seseorang lupa pada Tuhan-Nya dan lalai dalam ibadah. Yang kedua, perjudian ini juga dapat menyulut permusuhan dengan sesama umat manusia.
Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai hukum Islam terhadap permainan-permainan judi, termasuk dominoqq. Jika ada kerabat terdekat Anda yang terlibat dalam perbuatan ini, segeralah ingatkan untuk bertobat dan mencari rezeki yang halal sesuai tuntunan Islam.

situs agen bandar dominoqq online terbaik Indonesia