9 Akibat Mengapa Judi Dilarang

Bandarqq – Teknologi berkembang sangat cepat dan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru. Termasuk judi, yang dulu cuma bisa dimainkan secara manual, sekarang bisa dimainkan secara online menggunakan jaringan internet.

Smartphone merupakan pemicu utama hadirnya permainan bandarqq ini. Perangkat elektronik itu telah mengantarkan bandar judi untuk membuat sebuah tempat paling nyaman dan aman. 

Menurut pandangan Islam, judi online tetaplah haram. Oleh karena itu, hendaknya siapa pun jangan mencoba mencari situs judi togel online. 

Siapa saja yang sudah terjun ke dalam permainan judi, sudah pasti mereka mempunyai beberapa kebiasaan buruk. Bahkan, mereka akan cenderung berpikir singkat, negatif, dan lainnya. 

Dampak buruk yang menimpa para pelaku judi, baik judi konvensional maupun judi online, akan merugikan orang-orang terdekatnya juga. 

Judi memiliki dampak buruk bukan hanya pada perilaku da mental pemainnya saja, tetapi juga bagi kesehatannya. Berikut beberapa dampak buruk bermain judi, yang menjadi sebab mengapa judi dilarang, baik oleh agama maupun negara:

Cenderung Malas Bekerja

Orang yang telah bermain judi, baik offline atau online, akan cenderung malas bekerja. Kemalasan tersebut timbul akibat telah merasakan nikmat sesaat dari hadiah utama permainan judi.

Dalam pandangan Islam, dampak buruk dari semua permainan judi adalah berasal dari perbuatan syaithon. Yang mana, syaithan gemar mengajak manusia yang tidak mempunyai iman kuat dalam hidupnya untuk berjudi.

Namun, jika Anda memiliki iman yang kuat, bisikan-bisikan syaiton yang mengajak Anda untuk berjudi akan lewat begitu saja. 

Mudah Melakukan Aksi Kejahatan

Dalam syariat islam, orang-orang yang bermain judi, baik konvensional atau pun online akan lebih mudah melakukan suatu tindak kejahatan. Dampak buruk ini juga dipicu oleh bisikan syaitan, yang membuat orang tersebut lupa tentang akhlak. Mereka tak dapat lagi berpikir positif tentang mendapatkan uang dengan kerja keras.

Pada beberapa kasus pencurian, kebanyakan pelaku tindak kriminal tersebut adalah orang-orang yang gemar berjudi. Inilah salah satu alasan mengapa judi dilarang.

Tindakan kejahatan tersebut dilatarbelakangi oleh hasrat berjudi tetapi tidak punya modal, atau juga untuk membayar hutang akibat kalah judi. 

Fatalnya lagi, beberapa pelaku tindak kejahatan tersebut adalah dari kalangan remaja. Di mana, mereka seharusnya menjadi generasi penerus bangsa yang bermoral. 

Sering Meminjam Uang

Seseorang yang gemar bermain judi, baik judi konvensional atau pun judi online, pasti akan sering meminjam uang pada siapa saja, termasuk kepada rentenir. Tidak ada lagi rasa malu saat berhutang.

Mereka juga akan mengatakan berbagai alasan agar diberi pinjaman, mulai dari alasan keluarga sakit, membeli kebutuhan pokok, dan lainnya. Padahal, semua hanya kebohongan semata.

Dalam agama Islam, siapa saja yang masih dapat bekerja menggunakan kedua tangan dan kakinya, maka hendaklah ia bekerja. 

Sulit Mengontrol Emosi

Lihatlah di sekitar Anda, adakah kerabat, teman, atau saudara yang gemar bermain judi? Jika ada, cobalah perhatikan sikap mereka saat ini. 

Mereka pasti mempunyai emosi yang tidak bisa dikontrol dengan baik. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa judi dilarang.

Sikap buruk tersebut muncul akibat pengaruh syaitan. Bahkan, kebiasaan berjudi juga dapat menimbulkan pertengkaran dan kegaduhan.

Dalam pandangan Islam, emosi yang diakibatkan dari perbuatan syaitan akan membuat syaitan senang. Selain itu, manusia, khususnya para pelaku judi juga akan saling membenci satu sama lain dan membuat orang lain emosi.

Namun, apabila manusia memiliki iman dan akhlak yang baik, maka syaitan tidak akan mampu membisikan atau menjerumuskannya ke dalam hal-hal yang buruk seperti judi. 

Selain keempat dampak buruk di atas, judi juga bisa memicu timbulnya berbagai penyakit pada diri pelakunya. Fluktuasi emosi yang ada dalam diri para penjudi dapat menimbulkan efek buruk dalam sistem kardiovaskular tubuh. 

Judi merupakan permainan tidak pasti, yang seiring waktu akan menyebabkan kadar adrenalin dan kortisol dalam tubuh meningkat. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan berisiko menimbulkan penyakit jantung hingga kematian.

Berikut dampak buruk judi bagi kesehatan pelakunya:

Menurunkan Kekebalan Tubuh Menurun

Salah satu alasan mengapa judi dilarang adalah karena bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya yaitu menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Judi bisa menyebabkan stress, yang akhirnya akan membuat perubahan dalam sistem kekebalan tubuh pelakunya. Baik sel T maupun sel pembunuh alami dalam sistem imun akan menjadi lebih lemah. Kondisi ini akan membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit menular dan infeksi.

Masalah Pencernaan

Masalah kesehatan yang umumnya mendera para pelaku penjudi adalah pencernaan. Hal ini disebabkan stres kronis yang menimbulkan dampak buruk di dalam perut, seperti gangguan usus, maag, dan naiknya asam lambung.

Masalah Paru-paru

Lokasi atau tempat bermain judi biasanya penuh dengan asap rokok para pelakunya. Kondisi tersebut dapat memicu timbulnya penyakit paru-paru akibat terus-menerus menghirup asap rokok. 

Kondisi ini juga memiliki efek jangka panjangnya, seperti menyebabkan asma, bronkitis, hingga menimbulkan penyakit kanker paru-paru. Itulah mengapa judi dilarang keras untuk dilakukan.

Menurunnya Penglihatan

Selain menimbulkan tiga penyakit di atas, gemar bermain judi juga bisa menimbulkan adanya masalah pada penglihatan. Hal ini akibat tempat perjudian yang biasanya gelap atau remang-remang.

Tak hanya judi konvensional, judi online juga bisa menimbulkan masalah penglihatan. Sebab, para pelaku harus stand by melihat gadgetnya selama permainan berlangsung.

Diabetes

Kondisi pikiran yang stres secara terus-menerus dpaat mengubah kadar gula darah. Selain itu, juga dapat mengubah kebutuhan insulin dan berujung dengan meningkatnya risiko diabetes.

Demikianlah beberapa beberapa dampak buruk yang menjadi penyebab mengapa judi dilarang keras untuk dilakukan. Apakah Anda masih ingin berjudi? 

situs agen bandar dominoqq online terbaik Indonesia